Pengoperasian jalan tol yang dilakukan Jasa Marga  merupakan acuan dan telah mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak.

Selain itu Jasa Marga terus meningkatkan mutu pengoperasian Jalan Tol  berbasis sertifikasi ISO, serta penerapan Malcolm Baldridge .

Semua bentuk pelayanan Jasa Marga merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap service excellence kepuasan masyarakat luas pengguna jalan tol di Indonesia, melalui pemberian jasa yang modern, berkualitas dan semakin efisien.

E-Tol mudah praktis

 

Oleh sebab itu sebagai pengguna Tol Anda harus paham betul apa saja yang telah diberikan Jasa Marga untuk mempermudah Anda bertransaksi dalam perjalanan di tol menggunakan E-Toll Card sebagai E- Money dan telah diterapkan  untuk system transaksi ;

  1. Sistem tertutup, yaitu pengguna jalan mengambil tiket di gerbang tol masuk dan membayar di gerbang keluar
  2. Sistem terbuka, yaitu pengguna jalan langsung hanya membayar di gerbang tol masuk,

Adapun berbagai pelayanan terkait dengan transaksi  tol yaitu :

  • Penambahan Kapasitas  Gerbang Tol
  • Otomatisasi transaksi melalui e-toll card dan KTME
  • Penyempurnaan system transaksi (dari tertutup menjadi terbuka)
  • Penerapan Gardu Tanpa Orang (GTO)

PELAYANAN LALU LINTAS

Pelayanan dilakukan selama 24 Jam sehari dan 7 hari seminggu tanpa henti, melalui armada pelayanan sebanyak 271 kendaraan

Jasa Marga terus memodernkan pelayanan lalu lintas melalui

  • Pengembangan layanan informasi melalui Traffic Information Center ,
  • Peningkatan pelayanan armada  dengan memperbaharui  kendaraan layanan jalan tol yang dapat memberikan rasa nyaman dan bersahabat bagi pengguna jalan tol
  • Dalam melayani pengguna jalan Jasa Marga selalu memastikan jalan tol dalam kondisi prima dan nyaman untuk dilalui.
  • Berbagai program pelayanan konstruksi adalah :
    • Zero pot hole ( tidak ada lubang )
    • Scraping Filing dan overlay , adalah pemeliharaan rutin yang dilakukan Jasa Marga untuk menjaga kondisi jalan selalu pada performa yang tinggi.
    • Pelebaran atau penambahan kapasitas jalan, dilaksanakan untuk menjaga agar kecepatan tempuh pengguna jalan tetap terjaga

Standar Pelayanan Minimal

Standar Pelayanan Minimal (SPM) ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 392/PRT/M/2005 tanggal 31 Agutus 2005 tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol yang harus dicapai oleh Badan Usaha Jalan Tol dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
pengguna jalan tol.

Dalam Pengoperasian Jalan Tol Jasa Marga selalu memenuhi  SPM yang meliputi substansi pelayanan sebagai berikut:

1. Kondisi jalan tol
2. Kecepatan tempuh rata-rata
3. Aksesibilitas
4. Mobilitas
5. Keselamatan
6. Unit Pertolongan/Penyelamatan dan bantuan pelayanan

Semoga bermamfaat dalam perjalanan Anda Aman dan Nyaman

 

Salam

Advertisements